Jumat, 29 November 2013

RAHASIA DI BALIK ASMAUL HUSNA

asmaulhusna blue.jpg
RAHASIA DIBALIK NAMA-NAMA ALLAH (ASMAUL HUSNA)
Allah yang menciptakan jagad raya dengan segala isinya ini telah memiliki aneka ragam nama yang berjumlah 99 nama. Dimana nama-nama itu bukanlah sekedar nama, melainkan nama-nama yang baik, yang sesuai dengan kenyataan bagi yang diberi nama. Dan nama itu disebut “Al Asmaul Husna ”. Yang mana bila nama-nama itu kita sebut, mempunyai pengaruh dan manfaat yang besar lagi menakjubkan terhadap pekerjaan yang sedang kita lakukan dan bagi orang yang telah melakukan pekerjaan itu.
Itulah rahasia yang terkandung dibalik nama-nama Allah. Yang tiap-tiap nama mempunyai khasiat yang dapat kita jadikan sebagai pengaduan akan maksud dan tujuan kita. Yang pada pokoknya, untuk kesejahteraan hidup kita di dunia dan hidup di akherat nanti.
Diriwayatkan oleh Imam Baihaqie. Bahwasanya Rasul Allah saw. Bersabda :
“Sesungguhnya bagi Allah ada 99 nama, yaitu 100 kecuali satu. Barangsiapa menghafalkannya, niscaya dia masuk surga. Sesungguhnya Dia itu ganjil, Dia menyukai yang ganjil”.
Berdo’a Dengan Asmaul Husna
Kita sebagai umat Islam telah dianjurkan berdo’a dengan “nama-nama Allah” (Al-Asmaul Husna) tersebut. Sebagaimana tersebut di dalam firman-Nya.
Perlu kita ketahui, bahwa anjuran Allah itu merupakan anugerah yang besar bagi kita umat Islam. Karenanya, maka kita harus menyadari agar bisa menyempatkan waktu barang sedikit. Baik di waktu siang maupun malam untuk membaca seluruh Nama-nama Allah atau salah satu dari padanya.
Ada dua keuntungan jika kita mau mengamalkan Al Asmaul Husna,
  1. Dalam segi membacanya saja sudah termasuk ibadah.
  2. Berdo’a dengannya pun terhitung sebagai ibadah.
Jadi kita mendapat dua pahala bila membaca Asmaul Husna. Belum lagi jika do’a kita itu dikabulkan oleh Allah, baik cepat atau lambat. Maka ini sudah merupakan keuntungan tersendiri yang tak ternilai harganya.
“Maha suci Allah yang bagi-Nya mempunyai nama-nama yang baik dan sifat-sifat yang tinggi. Maha Suci Dia lagi Maha Tinggi Dia dari apa yang orang-orang zalim mengatakan yang setinggi-tingginya”.
Berdo’a kepada Allah supaya dikabulkan segala hajatnya, baik hajat duniawi ataupun ukhrowi. Insya Allah, apa yang menjadi hajatnya itu akan lekas dikabulkan oleh-Nya.
Asmaul Husna dan Artinya :
  1. Allah
  2. Ar Rahmaan        : Maha Pengasih.
  3. Ar Rahiim            : Maha Penyayang.
  4. Al Malik              : Yang Menguasai dan Merajai segala-galanya.
  5. Al Quddus          : Yang Maha Suci, yang bersih dari segala sifat kurang.
  6. As Salaam            : Dia-lah yang menyelamatkan seluruh alam.
  7. Al Mukmin         : Dia-lah yang mengamankan seluruh makhluk-Nya.
  8. Al Muhaimin      : Dia-lah yang memelihara & mengamati Makhluk-Nya.
  9. Al Aziz                 : Dia-lah yang Maha Gagah Perkasa.
10.  Al Jabbar              : Dia-lah yang Pemaksa.
11.  Al Mutakabbir    : Dia-lah yang mempunyai keagungan & kesombongan.
12.  Al Khaliq             : Dia-lah yang menciptakan Segalanya.
13.  Al Bari’                 : Dia-lah yang merencanakan segala kejadian.
14.  Al Mushawwir   : Dia-lah yang menciptakan segala bentuk & rupa.
15.  Al Ghaffar            : Dia-lah yang Maha Pemberi ampun.
16.  Al Qahhar            : Dia-lah yang Maha Memaksa kepada Makhluk-Nya.
17.  Al Wahhab          : Dia-lah yang Maha Pemberi kepada Makhluk-Nya.
18.  Ar Razzaq            : Dia-lah pemberi rezeki kepada semua makhluk-Nya.
19.  Al Fattah              : Zat yang Maha Pembuka & mencurahkan rahmat-Nya.
20.  Al ’ Alim              : Dia-lah yang Maha Mengetaui segalanya.
21.  Al Qabidhu         : Dia-lah yang berkuasa.
22.  Al Basithu           : Dia-lah yang memberi rezeki bagi Makhluk-Nya.
23.  Al Khafidh          : Zat yang menurunkan derajat seseorang menurut-Nya
24.  Ar Rafi’                : Dia-lah Zat yang meninggikan derajat Seseorang.
25.  Al Mu’iz              : Dia-lah Zat yang memberi kemuliaan.
26.  Al Mudzill          : Dia-lah Zat yang merendahkan kepada hamba-Nya.
27.  As Sami’               : Dia-lah Zat yang maha mendengar.
28.  Al Bashiir            : Dia-lah Zat yang melihat segala yang ada.
29.  Al Hakam            : Dia-lah Zat yang menetapkan hukum bagi Makhluk-Nya.
30.  Al ‘Adlu               : Dia-lah Zat yang berlaku adil di dalam hukum.
31.  Al Lathif              : Dia-lah Zat yang mengasihi semua Makhluk-Nya.
32.  Al Khabir             : Dia-lah Zat yang mengetahui segala perkara.
33.  Al Halim              : Yang maha penyantun dan penyabar.
34.  Al ‘Ahdim           : Dia-lah yang Maha Agung.
35.  Al Ghafur            : Dia-lah Zat yang maha Pengampun.
36.  As Syakur            : Dia-lah Zat yang sangat Berterima Kasih.
37.  Al ‘Aliy                : Dia-lah Zat yang Maha Tinggi martabatnya.
38.  Al Kabir               : Dia-lah Zat yang besar.
39.  Al Hafidh            : Dia-lah Zat yang melindungi dan memelihara.
40.  Al Muqit              : Dia-lah Zat yang menyediakan makanan dan minuman.
41.  Al Hasib              : Dia-lah Zat yang mencukupi dan memperhitungkan.
42.  Al Jalil                  : Dia-lah Zat yang maha Agung dan Mulia.
43.  Al Karim              : Dia-lah Zat yang Maha Pemurah.
44.  Ar Raqib              : Dia-lah Zat yang Mengamati segala Hal.
45.  Al Mujib              : Dia-lah Zat yang menerima doa hamba-hamba-Nya.
46.  Al Wasi’               : Dia-lah Zat yang maha luas kekayaan-Nya.
47.  Al Hakim             : Dia-lah Zat yang maha Bijaksana.
48.  Al Wadud           : Dia-lah Zat yang amat mencintai para Wali-Nya.
49.  Al Majid              : Dia-lah Zat yang amat mulia dan luhur.
50.  Aal Ba’its             : Dia-lah Zat yang membangkitkan semua manusia yang telah mati untuk hidup kembali di akhirat kelak.
51.  As Syahid            : Dia-lah Zat yang menyaksikan.
52.  Al Haq                 : Dia-lah Zat yang benar dan selalu bertindak benar.
53.  Al Wakil              : Dia-lah Zat yang melaksanakan segala urusan hamba-Nya.
54.  Al Qawiy             : Dia-lah Zat yang Maha kuat, tidak pernah merasa lemah.
55.  A Matin                : Dia-lah Zat yang Maha sempurna kekuatan-Nya.
56.  Al Waliy              : Dia-lah Penolong dan pengendali seluruh makhluk-Nya.
57.  Al Hamid            : Dia-lah Zat yang berhak dipuji.
58.  Al Muhsyi           : Dia-lah Zat yang memperhitungkan setiap amal perbuatan.
59.  Al Mubdiu          : Dia-lah Zat yang memulai segala sesuatu.
60.  Al Mu’id              : Dia-lah Zat yang mengulangi kejadian segala sesuatu.
61.  Al Muhyi             : Dia-lah Zat yang memberikan kehidupan.
62.  Al Mumit             : Dia-lah Zat yang mematikan makhluk-Nya.
63.  Al Hayyu             : Dia-lah Zat yang Hidup yang tidak akan berakhir.
64.  Al Qayyum         : Dia-lah Zat yang mengurus segala urusan Makhluk-Nya.
65.  Al Wajid              : Dia-lah Zat yang mendapatkan apa yang Dia kehendaki.
66.  Al Majid              : Dia-lah Zat yang bersifat agung dan Tinggi.
67.  Al Wahid             : Dia-lah Zat yang maha Esa.
68.  Ash Shamad        : Dia-lah Zat tempat memohon & mengadu bagi Hamba-Nya
69.  Al Qadir              : Dia-lah Zat yang maha Kuasa.
70.  Al Muqtadir        : Dia-lah Zat yang Memegang kekuasaaan.
71.  Al Muqaddim     : Dia-lah Zat yang mendahulukan sesuatu atas lainnya.
72.  Al Muakhkhir     : Dia-lah Zat yang mengakhirkan sesuatu atas lainnya.
73.  Al Awwal            : Dia-lah Zat yang tiada berawal.
74.  Al Aakhir             : Dia-lah Zat yang tiada berakhir.
75.  Adh Dhahir         : Dia-lah Zat yang amat nyata.
76.  Al Bathinu           : Dia-lah Zat yang gaib.
77.  Al Waliy              : Dia-lah Zat yang mengetahui segala urusan Makhluk-Nya.
78.  Al Muta’aliy        : Dia-lah Zat yang Maha Tinggi dari segala yang tinggi.
79.  Al Birr                  : Dia-lah Zat yang berbuat baik dengan segala kebaikan.
80.  At Tawwab          : Dia-lah Zat yang menerima tobat hamba-Nya.
81.  Al Muntaqim      : Dia-lah Zat yang berhak membalas dosa dengan Siksa.
82.  Al ‘Afuww           : Dia-lah Zat yang banyak memberi maaf.
83.  Ar Rauf                : Dia-lah Zat yang sangat banyak memberi rahmat.
84.  Malikul Mulki    : Dia-lah Zat yang memiliki semua kekuasaan.
85.  Dzul jalali wal Ikram     : Dia-lah Zat yang memiliki segala kemuliaan.
86.  Al Muqsith          : Dia-lah Zat yang sangat adil dalam memberi hukuman.
87.  Al Jami‘                : Dia-lah yang menghimpun segala hakikat.
88.  Al Ghaniy            : Dia-lah Zat yang Maha Kaya.
89.  Al  Mughniy       : Dia-lah Zat yang memberi kekayaan kepada setiap hamba.
90.  Al Mani‘               : Dia-lah Zat yang menolak.
91.  Adh Dharr           : Dia-lah Zat yang merusak segala yang Dia kehendaki.
92.  An Nafi’               : Dia-lah Zat yang memberi manfaat kepada hamba-Nya.
93.  An Nur                 : Dia-lah Zat yang bercahaya dan yang menciptakan cahaya.
94.  Al Hadiy              : Dia-lah Zat yang memberi petunjuk bagi hamba-Nya.
95.  Al Badi‘                : Dia-lah Zat yang menciptakan segala sesuatu.
96.  Al Baqy                : Yang kekal adannya, tiada berakhir.
97.  Al Warits             : Dia-lah Zat yang tetap ada setelah semuanya Musnah.
98.  Ar Rasyid            : Dia-lah Zat yang Maha Pandai.
99.  Ash Shabur          : Dia-lah Zat yang Maha Sabar.

MANFAAT MEMBACA AL-QUR’AN DAN KESEHATAN

Arti Qur’an menurut pendapat yang paling kuat seperti yang dikemukakan Dr. Subhi Al Salih berarti ‘bacaan’, asal kata qara`a.
Kata Alqur’an itu berbentuk masdar dengan arti isim maf’ul yaitu maqru` (dibaca).
Adapun definisi Alqur’an adalah: “Kalam Allah swt. yang merupakan mu’jizat yang diturunkan (diwahyukan) kepada nabi Muhammad saw. dan ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah ibadah.”
Banyak ayat Al Qur’an yang mengisyaratkan tentang pengobatan karena AlQur’an itu sendiri diturunkan sebagai penawar dan Rahmat bagi orang-orang yang mukmin.
“Dan kami menurunkan Al Qur’an sebagai penawar dan Rahmat untuk orang-orang yang mu’min.”
(QS. Al Isra/17: 82)
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.”
(QS. Ar Ra’d/13: 28)
Menurut para ahli tafsir bahwa nama lain dari Al Qur’an yaitu “Asysyifâ” yang artinya secara Terminologi adalah Obat Penyembuh.
“Hai manusia, telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari Tuhanmu dan sebagai obat penyembuh jiwa, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. Yunus/10: 57)
Di samping Al Qur’an mengisyaratkan tentang pengobatan juga menceritakan tentang keindahan alam semesta yang dapat kita jadikan sebagai sumber dari pembuat obat- obatan.
“Dia menumbuhkan tanaman-tanaman untukmu, seperti zaitun, korma, anggur dan buah-buahan lain selengkapnya, sesungguhnya pada hal-hal yang demikian terdapat tanda-tanda Kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mau memikirkan”.
(QS. An-Nahl 16:11)
“Dan makanlah oleh kamu bermacam-macam sari buah-buahan, serta tempuhlah jalan-jalan yang telah digariskan tuhanmu dengan lancar. Dari perut lebah itu keluar minuman madu yang bermacam-macam jenisnya dijadikan sebagai obat untuk manusia. Di alamnya terdapat tanda-tanda Kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mau memikirkan”.
(QS. An-Nahl 16: 69)
Berdasarkan keterangan tadi, dapat dipastikan bahwa orang yang membaca Alqur’an akan merasakan ketenangan jiwa.
Banyak pula hadits Nabi yang menerangkan tentang keutamaan membacanya dan menghafalnya atau bahkan mempelajarinya.
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Alqur’an dan mengajarkannya.”
(HR Bukhori)
“Siapa saja yang disibukkan oleh Alqur’an dalam rangka berdzikir kepada-Ku, dan memohon kepada-Ku, niscaya Aku akan berikan sesuatu yang lebih utama daripada apa yang telah Aku berikan kepada orang-orang yang telah meminta. Dan keutamaannya Kalam Allah daripada seluruh kalam selain-Nya, seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya.”
(HR. At Turmudzi)
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah (masjid) Allah, mereka membaca Alqur’an dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketentraman, mereka diliputi dengan rahmat, malaikat menaungi mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka pada makhluk yang ada di sisi-Nya”.
(HR. Muslim)
“Hendaklah kamu menggunakan kedua obat-obat: madu dan Alqur’an”
(HR. Ibnu Majah dan Ibnu Mas’ud)
Dan masih banyak lagi dalil yang menerangkan bahwa berbagai penyakit dapat disembuhkan dengan membaca atau dibacakan ayat-ayat Alqur’an
(lihat Assuyuthi, Jalaluddin, Al Qur’an sebagai Penyembuh (Alqur’an asy Syâfî), terj. Achmad Sunarto, Semarang, CV. Surya Angkasa Semarang, cet. I, 1995).
Walaupun tidak dibarengi dengan data ilmiah, Syaikh Ibrahim bin Ismail dalam karyanya Ta’lim al Muta’alim halaman 41, sebuah kitab yang mengupas tata krama mencari ilmu berkata,
“Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang kuat ingatan atau hafalannya. Di antaranya, menyedikitkan makan, membiasakan melaksanakan ibadah salat malam, dan membaca Alquran sambil melihat kepada mushaf”. Selanjutnya ia berkata, “Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Alqur’an”.
Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.
Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Alquran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang men dengarkannya.
Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Alqur’an.
Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Alquran dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Alquran dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Alqur’an.
Alquran memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Alquran dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.
Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Alquran. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Alquran lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Alquran memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).
Mahabenar Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Alquran, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”
(Q.S. 7: 204).
Atau juga, “Dan Kami telah menurunkan dari Alquran, suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”
(Q.S.17:82).
Atau, “Ingatlah, hanya dengan berdzikir kepada Allah-lah hati menjadi tentram”
(Q.S. 13: 28).
Unsur Meditasi Al Qur’an
Kitab ini, tentu saja bukanlah sebuah buku sains ataupun buku kedokteran, namun Alqur’an menyebut dirinya sebagai ‘penyembut penyakit’, yang oleh kaum Muslim diartikan bahwa petunjuk yang dikandungnya akan membawa manusia pada kesehatan spiritual, psikologis, dan fisik.
Kesembuhan menggunakan Alqur’an dapat dilakukan dengan membaca, berdekatan dengannya, dan mendengarkannya. Membaca, mendengar, memperhatikan dan berdekatan dengannya ialah bahwasanya Alqur’an itu dibaca di sisi orang yang sedang menderita sakit sehingga akan turun rahmat kepada mereka.
Allah saw menjelaskan,
“Dan apabila dibacakan Alqur’an, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.”
(QS. Al A’raf: 204)
Menurut hemat penulis, salah satu unsur yang dapat dikatakan meditasi dalam Alquran adalah, pertama, auto sugesti, dan kedua, adalah hukum- hukum bacaan yaitu waqaf.
Aspek Auto Sugesti
Alqur’an merupakan kitab suci umat Islam yang berisikan firman-firman Allah. Banyak sekali nasihat-nasihat, berita-berita kabar gembira bagi orang yang beriman dan beramal sholeh, dan berita-berita ancaman bagi mereka yang tidak beriman dan atau tidak beramal sholeh.
Maka, alqur’an berisikan ucapan-ucapan yang baik, yang dalam istilah Alqur’an sendiri, ahsan alhadits. Kata-kata yang penuh kebaikan sering memberikan efek auto sugesti yang positif dan yang akan menimbulkan ketenangan.
Platonov telah membuktikan dalam eksperimennya bahwa kata-kata sebagai suatu Conditioned Stimulus (Premis dari Pavlov) memang benar-benar menimbulkan perubahan sesuai dengan arti atau makna kata-kata tersebut pada diri manusia. Pada eksperimen Plotonov, kata-kata yang digunakan adalah tidur, tidur dan memang individu tersebut akhirnya tertidur.
Pikiran dan tubuh dapat berinteraksi dengan cara yang amat beragam untuk menimbul kan kesehatan atau penyakit.
Zakiah Daradjat mengatakan bahwa sembahyang, do’a-do’a dan permohonan ampun kepada Allah, semuanya merupakan cara-cara pelegaan batin yang akan mengembalikan ketenangan dan ketentraman jiwa kepada orang-orang yang melakukannya.
Relaksasi
Aspek Waqof
Alqur’an adalah sebuah kitab suci yang mempunyai kode etik dalam membacanya. Membaca Alqur’an tidak seperti membaca bacaan-bacaan lainnya. Membaca Alqur’an harus tanpa nafas dalam pengertian sang pembaca harus membaca dengan sekali nafas hingga kalimat-kalimat tertentu atau hingga tanda-tanda tertentu yang dalam istilah ilmu tajwid dinamakan waqaf. Jika si pembaca berhenti pada tempat yang tidak semestinya maka dia harus membaca ulang kata atau kalimat sebelumnya.
Waqof artinya berhenti di suatu kata ketika membaca Alqur’an, baik di akhir ayat maupun di tengah ayat dan disertai nafas. Mengikuti tanda-tanda waqof yang ada dalam Alqur’an, kedudukannya tidak dihukumi wajib syar’i bagi yang melanggarnya. Walaupun jika berhenti dengan sengaja pada kalimat-kalimat tertentu yang dapat merusak arti dan makna yang dimaksud, maka hukumnya haram.
Jadi cara membaca Alqur’an itu bisa disesuaikan dengan tanda-tanda waqaf dalam Alqur’an atau disesuaikan dengan kemampuan si pembaca dengan syarat bahwa bacaan yang dibacanya tidak berubah arti atau makna.
Waqaf dalam Alquran
  • Tanda awal atau akhir ayat
  • Tanda awal atau akhir surat
  • Tanda-tanda waqaf
Kemampuan nafas pembaca
Siapa saja bisa boleh membaca Alqur?an, baik anak kecil, muda maupun tua, baik pria maupun wanita selagi mereka dalam keadaan suci atau berwudlu. Jadi bagaimanapun kemampuan mereka bernafas mereka boleh membaca Alqur’an. Berhenti berdasarkan kemampuan nafas pembaca, dalam ilmu tajwid, bisa dikategorikan dalam bagian-bagian waqaf.
Adapula beberapa penekanan nafas dalam membaca Alqur’an. Penekanan-penekanan tersebut dalam ilmu tajwid dinamakan mad.
Indonesia adalah negara yang mayoritas umat Islam menerapkan hukum-hukum membaca Alqur’an menurut Rowi, Hafsh, yang telah berguru kepada imam ‘Ashim. Adapun hukum-hukum bacaan mad dalam ilmu Tajwid menurut Rowi Hafsh adalah:
  • Mad Munfashil,
    yaitu apabila terdapat mad bertemu dengan hamzah dalam kalimat yang terpisah. Cara baca hukum ini 4 harakat.
  • Mad Badal,
    yaitu apabila terdapat hamzah yang berharakat bertemu dengan huruf mad yang sukun. Cara membaca hukum ini adalah 2 harakat.
Waktu Meditasi dengan Alqur’an
Pada hakikatnya tidak ada waktu yang makruh untuk membaca/meditasi Alqur’an, hanya saja memang ada beberapa dalil yang menerangkan bahwa ada waktu-waktu yang lebih utama dari waktu-waktu yang lainnya untuk membaca Alqur’an. Waktu-waktu tersebut adalah:
1. Dalam sholat
An-Nawawi berkata;
‘Waktu-waktu pilihan yang paling utama untuk membaca Alqur’an ialah dalam sholat.’
Al Baihaqi meriwayatkan dalam asy Syu’ab dari Ka’ab r.a. ia berkata:
“Allah telah memilih negeri-negeri, maka negeri-negeri yang lebih dicintai Allah ialah negeri al Haram (Mekkah). Allah telah memilih zaman, maka zaman yang lebih dicintai Allah ialah bulan-bulan haram. Dan bulan yang lebih dicintai Allah ialah bulan dzulhijjah. Hari-hari bulan Dzulhijjah yang lebih dicintai Allah ialah sepuluh hari yang pertama. Allah telah memilih hari-hari, maka hari yang lebih dicintai Allah ialah hari Jum?at. Malam-malam yang lebih dicintai Allah ialah malam Qadar. Allah telah memilih waktu-waktu malam dan siang, maka waktu yang lebih dicintai Allah ialah waktu-waktu sholat yang lima waktu. Allah telah memilih kalam-kalam (perkataan), maka kalam yang dicintai Allah adalah lafadz ‘La ilâha illallâh wallâhu akbar wa subhanallâhi wal hamdulillâh.“
2. Malam hari
Waktu-waktu yang paling utama untuk membaca Alqur’an selain waktu sholat adalah waktu malam,
Allah menegaskan,
“Di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sholat).”
(QS. Ali Imron 3:113)
Waktu malam ini pun dibagi menjadi 2:
  • Antara waktu Maghrib dan Isya
  • Bagian malam yang terakhir
3. Setelah Subuh
Sebagai penutup mudah-mudahan ini merupakan langkah awal untuk bisa lebih membuktikan unsur-unsur kesehatan dari Alqur’an, baik makna-maknanya, cara membacanya maupun lainnya.

sumber: http://wikaprima.wordpress.com/info-kesehatan/%E2%80%9Cmanfaat-membaca-al-qur%E2%80%99an-dan-kesehatan%E2%80%9D/